Masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda perkotaan, cenderung menyelipkan kosa kata bahasa Inggris dalam setiap percakapan. Entah karena gaya hidup atau sekedar ingin terlihat keren, bahasa Inggris sepetinya sudah menjadi suatu keharusan bagi kaum muda dalam pergaulan. Bukanlah hal yang salah jika ingin berbahasa Inggris, tentu hal itu juga bisa menjadi ajang untuk lebih meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Namun jika dilakukan berulang-ulang bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti bahasa Indonesia justru hilang karena masyarakat Indonesia sendiri lebih senang berbahasa Inggris.
Masyarakat Indonesia juga cenderung lebih menikmati musik dan lagu dari Eropa maupun Amerika. Alunan musik yang digubah oleh para komposer kelas dunia ditambah dengan lirik lagu berbahasa Inggris dianggap jauh lebih menarik dibandingkan dengan lagu buatan negeri sendiri. Hanya sedikit masyarakat Indonesia yang masih setia dengan selera musik lokal. Bisa kita lihat kaum muda lebih senang jika diajak berbincang tentang album baru dari musisi luar negeri daripada tentang album baru musisi dalam negeri. Event-event bertema internasional juga selalu laris manis diserbu pengunjung.
Masyarakat Indonesia juga lebih senang dengan film Hollywood dibanding film dalam negeri. Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya penonton di bioskop jika yang ditayangkan adalah film Hollywood. Penonton justru sepi jika film yang tayang di bioskop adalah film Indonesia.
Banyak dari kita yang justru asing dengan budaya negeri sendiri tapi justru lebih akrab dengan kebudayaan bangsa lain. Kita juga kerap membandingkan budaya lokal dengan budaya asing dan menganggap kalau budaya asing lebih bagus dibandingkan dengan budaya sendiri.
Rakyat Indonesia sepertinya masih belum menyadari betapa kayanya negeri ini. Keragaman bahasa, suku, pakaian dan masih banyak lagi tak lantas memubuat kita bangga. Jika di masa depan bangsa Indonesia lebih bangga mendengarkan lagu Barat, bangga berpakaian ala Barat, maka bukan tidak mungkin kebudayaan asli Indonesia akan hilang tergerus zaman. Dan kehilangan itu baru akan terasa saat negara lain mengklaim hal tersebut sebagai miliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar