Minggu, 30 Oktober 2016

Pakaian sebagai Identitas Diri

Pakaian sejatinya bukan hanya sekedar penutup tubuh. Namun pakaian menyimpan makna lain yakni sebagai penanda identitas. Melalui pakaian seseorang bisa diketahui karakter dan kepribadiannya. Kita juga bisa mengetahui status sosial seseorang dan dari mana ia berasal hanya dengan melihat pakaian yang dikenakannya.

Hubungan antara pakaian dengan identitas seseorang terlihat sangat jelas. Pakaian merupakan salah satu bentuk produk kebudayaan yang senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dahulu, ketika Indonesia belum merdeka, setiap daerah mengenakan pakaian khas daerah masing-masing sebagai bentuk identitas kedaerahan. Namun, kedatangan Belanda di Indonesia dengan membawa tren berpakaian ala Eropa mau tidak mau turut berpengaruh terhadap pakaian kaum pribumi. Kaum pribumi yang mengenakan pakaian khas daerah dianggap sebagai tradisi sementara mengenakan pakaian Eropa dijadikan sebagai simbol dari sebuah kemajuan. 

Pakaian Eropa dianggap sebagai bentuk kebebasan tanpa aturan dalam menjalankan aktivitas. Kaum pribumi saat itu pun lebih nyaman dengan pakaian gaya Barat, khususnya kaum elit pribumi yang terpelajar. Mereka merupakan simbol dari kebangkitan nasional. Dengan berpakaian ala barat, mereka seolah ingin menampilkan bahwa mereka juga bisa disejajarkan dengan Eropa.

Kini pakaian ala barat tidak hanya dikenakan oleh kaum terpelajar. Pakaian Eropa banyak dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan. Bukan berupa gaun panjang menjuntai dengan rok lebar. Tapi pakaian semacam kemeja, jas, maupun dasi, merupakan produk dari barat. Jadi bisa dikatakan bahwa setiap hari kita sedang menikmati budaya barat. Pakaian tradisional Indonesia hanya akan dikenakan jika ada perayaan saja. Namun tak sedikit masyarakat Indonesia yang tetap mengenakan gaun panjang dan jas.

Sekali lagi, pakaian bukan hanya untuk menutupi tubuh dari sengatan matahari atau dari gangguan debu. Tapi bisa juga untuk memberitahu orang lain bagaiamana kita berpikir, hingga dari mana kita berasal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar